Bekantan, Monyet Belanda Hewan Endemik Kalimantan

Bekantan atau Berau Kalimantan merupakan hewan endemik di hutan mangrove Kalimantan. Di Kalimantan, Bekantan dikenal sebagai Kera Belanda. Berdasarkan filogeni, Bekantan termasuk dalam keluarga Cercopithecidae; genus: Nasalis; spesies: Nasalis Larvatus. Pada saat ini Nasalis Larvatus memiliki dua subspesies yaitu Nasalis Larvatus Larvatus dan Nasalis Larvatus. Bekantan mudah dikenali diantara primata lainnya karena bentuk hidungnya yang unik. Hidungnya panjang dan wajahnya tidak berbulu. Ekor Bekantan hampir sepanjang tubuhnya. Warna rambutnya bervariasi, dengan punggung berwarna coklat kemerahan dan perut serta tungkai berwarna putih pucat. Ukuran hidung jantan dewasa lebih besar dari pada betina, demikian pula ukuran tubuhnya. Bekantan jantan memiliki berat sekitar 16-22 kg dan betina sekitar 7-12 kg. Meskipun Bekantan adalah hewan yang tinggal di pohon, mereka mungkin turun ke dasar pohon mangrove untuk mencari makan. Di habitatnya hutan mangrove, Bekantan memakan hampir semua bagian pohon mangrove yaitu 50% daun muda, 40% buah, dan sisanya bunga dan biji mangrove. Selain mengkonsumsi sumber pakan dari tumbuhan, Bekantan biasanya mengkonsumsi beberapa jenis serangga. Saat air surut, Bekantan turun ke dasar laut untuk mencari cacing dasar laut. Gerakan dari cabang ke cabang dilakukan dengan berbagai cara seperti melompat, menggantung, dan bergerak menggunakan anggota badan. Bekantan juga memiliki selaput kulit (jaring) seperti katak ditelapak kaki dan punggung tangan mereka, sehingga memudahkan mereka menyebrangi sungai. Bekantan adalah primata diurnal dan aktif dari fajar hingga senja, Menjalang sore hari, Bekantan biasanya mencari pohon untuk bertengger di tepian sungai. Anggota kelompok bergabung dengan pohon yang berdekatan atau pohon yang terpisah. Bekantan tidak membangun sarang untuk tidur. Bekantan tersebar luas di hutan sekitar muara sungai dan bantaran sungai Kalimantan. Di Kalimantan Timur, Bekantan ditemukan di Mangrove Center Graha Indah Balikpapan. Berdasarkan Redlist IUCN (Internationak Union for Conservation of Nature and Naturak Resources), Bekantan termasuk dalam kategori hewan dilindungi dan terancam punah atau tidak boleh diperjualbelikan. Ancaman utama bagi kelestarian Bekantan adalah kerusakan habitat dan perburuan liar. Pengalihan fungsi hutan, dan kebakaran hutan juga berkontribusi terhadap penurunan populasi Bakantan di Kalimantan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini